NASA Bakal Daratkan Manusia ke Bulan Lewat Artemis II, Meluncur 6 Februari 2026

Redaksi
Senin, 12 Januari 2026 | 19:40 WIB
Roket peluncur pesawat Artemis II/Akun X. NASA
Roket peluncur pesawat Artemis II/Akun X. NASA
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengonfirmasi persiapan misi Artemis II telah memasuki fase krusial dengan dimulainya pemindahan infrastruktur peluncuran utama. Artinya, umat manusia akan kembali ke Bulan setelah misi Apollo pada 1972.

Artemis II merupakan misi pertama pengiriman ekspedisi berawak ke Bulan sejak 50 tahun lamanya.

NASA menargetkan peluncuran dapat dilakukan paling cepat pada 6 Februari 2026. Manajemen NASA menyatakan percepatan ini menunjukkan kesiapan tim setelah melalui serangkaian pengujian sistem. 

Sebagai tahap validasi akhir, NASA menjadwalkan latihan gladi bersih pada akhir Januari ini. 

"Ini adalah langkah lain menuju misi berawak AS baru ke permukaan Bulan, yang mengarah pada kehadiran berkelanjutan yang akan membantu badan tersebut bersiap mengirim astronaut pertama ke Mars," tulis manajemen NASA dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (12/1/2026).

Agensi itu tengah bersiap mengangkut roket Space Launch System (SLS) dan pesawat antariksa Orion menuju lokasi peluncuran di Kennedy Space Center.

Misi Artemis II akan membawa empat orang astronaut yang akan menguji ketahanan dan kemampuan kendaraan luar angkasa baru milik NASA tersebut. 

Komandan misi ini adalah astronaut NASA, Reid Wiseman. Dia akan didampingi oleh dua rekan dari NASA, yaitu Victor Glover dan Christina Koch, serta seorang astronaut dari Badan Antariksa Kanada (Canadian Space Agency), Jeremy Hansen.

Selama misi berdurasi 10 hari tersebut, kru memiliki mandat teknis untuk menguji sistem pendukung kehidupan (life support systems) pada wahana Orion. Pesawat dijadwalkan melintasi jarak lebih dari 4.000 mil (sekitar 6.400 km) menuju sisi jauh Bulan.

Keberhasilan misi ini diproyeksikan akan memperkuat posisi Amerika Serikat dalam persaingan antariksa modern yang bernilai strategis tinggi. Kompetisi ini mencakup upaya pendaratan manusia, penemuan ilmiah, hingga potensi pertambangan permukaan.

Saat ini, AS menghadapi persaingan ketat dari National Space Administration milik China yang menargetkan pendaratan manusia pada 2030, serta Indian Space Research Organization (ISRO) yang sukses mendarat di kutub selatan Bulan. 

Selain itu, sektor swasta seperti SpaceX milik Elon Musk turut memacu kemajuan teknologi antariksa komersial. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Redaksi
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami