0% found this document useful (0 votes)
73 views10 pages

Leaflet Ular Tangga

This document discusses developing geography learning media in the form of a snake ladder game assisted by leaflets. It analyzes the effectiveness on student learning activities and achievement. The study used a development research design to create the media, which was found to effectively improve student learning activities by 15.36% and learning achievement by achieving a 91.43% completeness level.

Uploaded by

Faiz Muhammad
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd
0% found this document useful (0 votes)
73 views10 pages

Leaflet Ular Tangga

This document discusses developing geography learning media in the form of a snake ladder game assisted by leaflets. It analyzes the effectiveness on student learning activities and achievement. The study used a development research design to create the media, which was found to effectively improve student learning activities by 15.36% and learning achievement by achieving a 91.43% completeness level.

Uploaded by

Faiz Muhammad
Copyright
© © All Rights Reserved
We take content rights seriously. If you suspect this is your content, claim it here.
Available Formats
Download as PDF, TXT or read online on Scribd

ISSN 0216-8138

MKG Vol. 20, No.1, Juni 2019 (34 - 43)


© 2019 FHIS UNDIKSHAdan IGI

Pengembangan Media Pembelajaran Geografi Berbentuk


Permainan Ular Tangga Berbantuan Leaflet Di Sma
Dwijendra Denpasar
[Link] Dwisukamsurya, I Wayan Lasmawan dan I Putu Sriartha
Masuk: 02 05 2019 / Diterima: 02 06 2019 / Dipublikasi: 30 06 2019
© 2019 Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial UNDIKSHA dan IGI

Abstract This research aimed to develop geography learning media in the form of snake ladder game
assisted by leaflet, analyzing the effectiveness to activity and students learning achievement. This
research used development (R&D) research design with analysis, design, development,
implementation, evaluation (ADDIE). The students learning activity data were collected through
observation, besideds, the students learning achievement were collected through multiple choice test.
The data collected then analyzed descriptively and quantitatively. The final design of geography
learning media in the form of snake ladder game assisted by leaflet was geography learning media
based on the evaluation : 1) material and media expert valid average score 3,18; 2) small grup trials
valid average score 3,69 the data were reasonably used. The geography learning media in the form of
snake ladder game assisted by leaflet effectively improved the learning activity equal to 15,36% and
effectively improved the students learning achievement with the level of completeness of student
learning achievement at 91,43% with fine category.

Key words: Development Media; Geography; Learning Activity; Achievement

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran geografi berbentuk
permainan ular tangga berbantuan leaflet, menganalisis efektivitas penggunaannya terhadap aktivitas
dan prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan (R&D)
dengan model analysis, design, development, implementation, evaluation (ADDIE). Data Aktivitas
belajar siswa dikumpulkan melalui observasi, sedangkan prestasi belajar siswa melalui tes objektif
(pilihan ganda). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Desain akhir
media pembelajaran geografi berbentuk permainan ular tangga berbantuan leaflet adalah media
pembelajaran geografi berdasarkan penilaian: 1) Ahli Materi dan Media diperoleh rerata skor 3,18
yang termasuk dalam kategori valid, 3) ujicoba kelompok kecil diperoleh rerata skor 3,69 yang
termasuk dalam kategori sangat valid, sehingga layak digunakan. Media pembelajaran geografi
berbentuk permainan ular tangga berbantuan leaflet efektif meningkatkan aktivitas belajar sebesar
15,36% dan efektif meninggkatkan prestasi belajar siswa dengan tingkat ketuntasan prestasi belajar
siswa berada pada 91,43% dengan kategori sangat baik.

Kata kunci : Pengembangan Media; Geografi; Aktivitas; Prestasi Belajar

1. Pendahuluan Capital Report, penyebab permasalahan


Berdasarkan data Global Human pendidikan di Indonesia begitu kompleks.
Capital Report 2017 (dalam Harian Salah satunya kemampuan kognitif siswa
Analisa, 2017), peringkat Indonesia dalam Indonesia sangat rendah untuk
urusan pendidikan menempati peringkat mengobservasi permasalahan, bahkan
65 dari 130 negara. Kondisi pencapaian menggunakan kemampuan logika untuk
pendidikan di Indonesia pada jenjang menganalisis dan memecahkan
pendidikan dasar dan menengah ini persoalan. Bahkan hasil tes terbaru yang
masih berada dalam kategori di bawah menyatakan hampir seluruh siswa
rata – rata. Hasil kajian Global Human Indonesia tidak memiliki kemampuan
kognisi orde tinggi, yakni mengaplikasi,
[Link] Dwisukamsurya, I Wayan Lasmawan dan
I Putu Sriartha
mengevaluasi, dan mencipta. Rendahnya
Prodi Pascasarjana Undiksha kualitas pendidikan di Indonesia salah
dsypande1313@[Link] satunya diakibatkan karena lemahnya
Pengembangan Media Pembelajaran ... [Link] Dwisukamsurya, I Wayan Lasmawan, I Putu Sriartha

proses pembelajaran di sekolah. Secara Pengamatan yang dilakukan


keseluruhan proses pendidikan, kegiatan peneliti saat pra penelitian di SMA
belajar dan mengajar merupakan Dwijendra Denpasar, ada beberapa cara
kegiatan yang paling pokok. Hal ini berarti yang dilakukan guru untuk mengisi
berhasil tidaknya pencapaian tujuan pembelajaran diantaranya melakukan
pendidikan banyak tergantung kepada ceramah dengan menggunakan peta,
bagaimana proses belajar mengajar globe, mencatat materi pada buku dan
dirancang dan dijalankan secara melakukan diskusi kelompok yang mengisi
profesional. lembar diskusi mengenai suatu topik.
Setiap kegiatan belajar mengajar Pembelajaran berbasis konvensional
selalu melibatkan pelaku aktif yaitu guru seperti ini membuat siswa tidak dapat
dan siswa. Guru sebagai pengajar belajar secara maksimal. Hanya siswa
merupakan pencipta kondisi belajar siswa yang memiliki kemampuan belajar dengan
yang didesain secara sengaja, sistematis cara mendengarkan atau menulis yang
dan berkesinambungan sedangkan siswa memahami materi pada pembelajaran
sebagai subjek pembelajaran yang tersebut. Dalam pengamatan juga terlihat
menikmati kondisi belajar yang diciptakan beberapa siswa menggunakan handphone
guru. Guru sebagai fasilitator harus pada saat guru melaksanakan kegiatan
mampu memanfaatkan media pembelajaran. Berdasarkan temuan
pembelajaran yang berupa permainan tersebut, mengindikasikan bahwa kualitas
untuk menunjang proses belajar mengajar pembelajaran geografi masih tergolong
agar lebih efektif dan inovatif. Penerapan belum maksimal dan belum mampu
media pembelajaran dalam kegiatan menumbuhkan aktivitas dan prestasi
pembelajaran merupakan salah satu cara belajar siswa. Hal ini dipertegas dengan
yang dapat dilakukan untuk menciptakan analisis dokumen Penilian Akhir Semester
suasana pembelajaran yang interaktif, (PAS) Ganjil siswa kelas XI IPS SMA
inspiratif, menyenangkan, menantang, dan Dwijendra Denpasar. Berdasarkan
mendukung siswa untuk berpartisipasi dokumen rata – rata nilai PAS semester
aktif. Hal ini dikarenakan, media ganjil tahun pelajaran 2018/2019
pembelajaran memiliki beberapa manfaat ditemukan bahwa prestasi siswa kelas XI
(Sudjana dan Rivai, 2011) yaitu (1) IPS SMA Dwijendra Denpasar masih
pembelajaran akan lebih menarik berada pada kategori cukup.
perhatian siswa sehingga dapat Upaya yang telah dilakukan guru
menumbuhkan aktivitas belajar, (2) bahan dalam mengatasi masalah pembelajaran
pembelajaran akan lebih jelas maknanya tersebut yaitu dengan menampilkan
sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa, presentasi menarik dalam menyampaikan
dan memungkinkan siswa menguasai materi pembelajaran melalui mic. power
materi pembelajaran dengan lebih naik, point dan media flash. Melalui media
(3) metode pembelajaran akan lebih tersebut siswa nampak tertarik dalam
bervariasi, tidak semata – mata mengikuti proses pembelajaran dan mau
komunikasi verbal melalui penuturan kata mendengarkan materi yang disampaikan
– kata oleh guru, (4) siswa lebih banyak guru secara seksama. Namun, media –
melakukan kegiatan belajar. Hal ini media yang telah digunakan tersebut hanya
didukung juga oleh pandangan Derek terbatas untuk menyampaikan materi
Rowntree (dalam Rohani, 2007) yang secara menarik kepada siswa. Media
menyatakan bahwa media pembelajaran tersebut belum dapat memberikan
interaktif mampu membangkitkan aktivitas kesempatan kepada siswa untuk
belajar siswa. berinteraksi dan melakukan kegiatan yang

35 | Media Komunikasi Geografi, Vol 20, No. 1, Juni 2019: 34-43


Pengembangan Media Pembelajaran ... [Link] Dwisukamsurya, I Wayan Lasmawan, I Putu Sriartha

mengarah pada pembangunan aktivitas dilandaskan pada berbagai teori, yaitu


dan prestasi belajar siswa. Adapun upaya hakikat media pembelajaran, aktivitas
yang belum dilakukan oleh guru adalah belajar, prestasi belajar dan hakikat
penggunaan media yang menyenangkan pembelajaran geografi. Keberhasilan
seperti media permainan. pengembangan media pembelajaran
Media permainan memungkinkan berbentuk ular tangga dalam
adanya partisipasi aktif baik antara siswa meningkatkan aktivitas dan prestasi
dengan guru dan sebaliknya, juga siswa belajar siswa telah ditunjang oleh berbagai
dengan teman sebayanya. Salah satu penelitian, diantaranya Syarhani (2018)
langkah yang dapat dilakukan guru yang menggunakan media ular tangga
adalah dengan melakukan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa
pengembangan media permainan ular dari 21% meningkat menjadi 87,6%.
tangga berbantuan leaflet. Permainan ular Penelitian Afandi (2015) dengan
tangga adalah permainan dengan kotak - menggunakan media pembelajaran
kotak sejumlah 50 yang dibalik angka permainan ular tangga yang
tersebut ada pertanyaan yang wajib dikembangkan dengan model 4D
dijawab oleh siswa yang melakukan menunjukkan bahwa dalam meningkatkan
permainan tersebut. Dalam menjawab hasil belajar sebesar 40% pada
soal siswa dibantu dengan leaflet yang pembelajaran IPS.
berisikan kumpulan materi. Media Merujuk pada permasalahan dan
pembelajaran permainan seperti ular penelitian yang relevan, maka dilakukan
tangga dikembangkan karena memiliki penelitian tentang pengembangan media
keunggulan dibandingkan media pembelajaran geografi berbentuk
pembelajaran yang lain, yaitu (1) permainan ular tangga berbantuan leaflet
permainan adalah sesuatu yang di SMA Dwijendra Denpasar. Melalui
menyenangkan untuk dilakukan dan Media pembelajaran geografi berbentuk
menghibur, (2) permainan memungkinkan permainan ular tangga berbantuan leaflet
adanya partisipasi aktif siswa untuk ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam
belajar, (3) permainan dapat memberikan meningkatkan aktivitas dan prestasi
umpan balik langsung, (4) permainan belajar siswa pada mata pelajaran geografi
memungkinkan penerapan konsep khususnya materi dinamika
ataupun peran - peran ke dalam situasi kependudukan.
peranan yang sebenarnya di masyarakat,
(5) permainan bersifat luwes, (5) 2. Metode
permainan dapat dengan mudah dibuat Penelitian ini merupakan jenis
dan diperbanyak (Sadiman dkk., 2011). penelitian pengembangan atau Research
Adanya media pembelajaran ular tangga and Development (R&D) dengan model
berbantuan leaflet membantu guru dalam pengembangan ADDIE. Menurut Dick dan
memberikan materi dan mampu menarik Carry (dalam Mulyatiningsih, 2012), ada
perhatian siswa agar aktivitas belajar lima tahapan dalam model ADDIE
siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan (analysis, design, development,
menarik dalam mengikuti pembelajaran, implementation, evaluation). Pada tahap
sehingga dapat meningkatkan prestasi analisis/analysis dilakukan analisis
belajar siswa khususnya pada mata terhadap kurikulum, analisis terhadap
pelajaran geografi. dokumen prestasi siswa dan analisis
Pengembangan media kebutuhan siswa melalui sumber –
pembelajaran geografi berbentuk sumber belajar dan proses pembelajaran
permainan ular tangga berbantuan leaflet di dalam kelas. Selanjutnya dilakukan

36 | Media Komunikasi Geografi, Vol 20, No. 1, Juni 2019: 34-43


Pengembangan Media Pembelajaran ... [Link] Dwisukamsurya, I Wayan Lasmawan, I Putu Sriartha

tahap design/perancangan produk dimana berada pada kategori Aktif (43,75 ≤ A <
peneliti mulai merancangan produk 56,25) dan rata – rata prestasi belajar
berupa media pembelajaran berbentuk minimal berada pada kategori Baik (77 –
permainan yang didalamnya terdapat 86).
materi. Tahap
pengembangan/development dimulai 3. Hasil dan Pembahasan
dengan mencetak produk yang telah Pengembangan media
dirancang, kemudian divalidasi oleh tim pembelajaran geografi dalam penelitian ini
ahli yang terdiri dari ahli materi dan ahli menghasilkan media pembelajaran
media yaitu Dr. Drs. I wayan Kertih,[Link] geografi berbentuk permainan ular tangga
dan Dr. Tuty Maryati,[Link]. Hasil validasi berbantuan leaflet. Pengembangan ini
berupa komentar, dan saran dijadikan merupakan salah satu upaya yang dapat
dasar untuk melakukan revisi sebelum dilakukan untuk menarik perhatian siswa
diujicobakan kepada siswa. Setelah sehingga siswa berperan aktif dalam
mengalami revisi barulah tahap proses pembelajaran dan dapat
implementation dilaksanakan pada siswa meningkatkan prestasi belajarnya. Media
kelompok kecil yaitu 20 siswa kelas XI IPS pembelajaran geografi ini dibuat dengan
1 dan ujicoba lapangan kepada 35 siswa menggunakan model pengembangan
kelas XI IPS 4. Namun masukan dan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu
saran saat tahap implementasi akan analysis, design, development,
mempertimbangkan saran dari tim hali implementation dan evaluation. Pada
agar tidak bertentangan. Tahap terakhir tahap analisis peneliti menganalisis
dari model ini yaitu tahap kurikulum dan kebutuhan siswa diperoleh
evaluasi/evaluation yang meliputi analisis hasil bahwa terdapat materi dinamika
data dari expert judgement, ujicoba kependudukan yang dianggap sulit dan
kelompok kecil dan ujicoba lapangan. terlihat bahwa penggunaan media
Tujuan tahap ini adalah agar pembelajaran oleh guru geografi masih
pengembangan media pembelajaran bersifat konvensional. Guru dalam proses
geografi berbentuk permainan ular belajar mengajar menggunakan metode
tangga berbantuan leaflet dapat ceramah dan tanya jawab dengan dibantu
digunakan untuk menentukan media berupa peta, globe, ppt, handhout
efektivitasnya terhadap aktivitas dan dan media cetak lainnya. Sanjaya, (2008)
prestasi belajar siswa. menguraikan salah satu fungsi media
Teknik pengumpulan data dalam pembelajaran adalah menambah gairah
penelitian ini menggunakan teknik belajar siswa sehingga aktivitas belajar
validitas, teknik observasi dan teknik dan perhatian siswa terhadap materi
pengukuran. Alat pengumpulan data pembelajaran dapat lebih meningkat.
yang digunakan adalah lembar validasi Namun kenyataannya penggunaan media
untuk mengetahui kevalidan media yang demikian menyebabkan siswa lebih
pembelajaran yang dihasilkan, pedoman banyak berbincang dengan teman
observasi aktivitas belajar siswa, dan tes sebangku, memainkan handphone, dan
prestasi belajar berupa soal pilihan mengerjakan tugas mata pelajaran lain
ganda. Data yang diperoleh kemudian sehingga kegiatan pembelajaran menjadi
dianalisis secara deskriptif kuantitatif. kurang efektif. Hal ini didukung dengan
Media pembelajaran geografi berbentuk keterbatasan kemampuan guru geografi
permainan ular tangga berbantuan leaflet dalam mengembangkan media
dikatakan efektif apabila rata – rata skor pembelajaran yang inovatif dan interaktif.
akhir aktivitas belajar siswa minimal

37 | Media Komunikasi Geografi, Vol 20, No. 1, Juni 2019: 34-43


Pengembangan Media Pembelajaran ... [Link] Dwisukamsurya, I Wayan Lasmawan, I Putu Sriartha

Pada perencanaan produk/design, peneliti pemahaman konsep siswa yang tuntas


merencanakan satu media pembelajaran hingga 83% secara klasikal. Berikut ini
geografi yang terdiri dari 3 bagian yang adalah tampilan media pembelajaran
saling berkaitan yaitu leaflet, ular tangga geografi yang telah layak digunakan untuk
dan aturan permainan. Selain merancang menentukan efektivitas penggunaanya.
produk pada tahap ini juga peneliti
membuat instrumen penilaian produk yang
akan digunakan pada tahap
pengembangan. Produk yang telah
dirancang kemudian dicetak dan dijadikan
satu kesatuan produk yang utuh. Tahap
pengembangan/ development mulai
dilaksanakan dengan menyerahkan media
pembelajaran yang telah dicetak kepada
tim ahli untuk selanjutnya divalidasi.
Penilaian dari validator ahli materi dan ahli
media menunjukkan bahwa sebagaian
besar aspek pembelajaran, aspek
rekayasa media dan komunikasi visual
yang terdapat pada pengembangan media
pembelajaran geografi sudah termasuk
kategori valid dengan rata – rata 3,18%.
Telaah dari ahli materi pada media
permainan ular tangga berbantuan leaflet
meliputi pengembangan aktualitas materi,
kejelasan uraian soal dan penjabaran
materi lebih diringkas lagi agar
diupayakan siswa tetap membaca buku
sebagai sumber belajar yang utama.
Perbaikan dari ahli media meliputi
pemilihan jenis dan ukuran huruf serta
keseimbangan proporsi gambar agar teks
terbaca dengan baik. Setelah melalui
validasi dan direvisi selanjutnya dilakukan
tahap implementasi yaitu diujicobakan
kepada kelompok kecil dan diperoleh hasil
sangat valid dengan rata – rata 3,69%.
Media ular tangga dan leaflet merupakan
media yang efektif dalam menyampaikan
materi. Pernyataan tersebut sejalan
dengan penelitian yang dilakukan oleh
Winarso (2017) yang menunjukkan bahan
ajar kubus dan balok berbentuk leflet
efektif dan layak digunakan dan sejalan
juga dengan penelitian yang dilakukan
oleh Pramita (2016) yang menunjukkan
permainan ular tangga dapat
meningkatkan aktivitas siswa dan

38 | Media Komunikasi Geografi, Vol 20, No. 1, Juni 2019: 34-43


Pengembangan Media Pembelajaran ... [Link] Dwisukamsurya, I Wayan Lasmawan, I Putu Sriartha

Gambar 1 : Tampilan Depan Leaflet Gambar 2 : Tampilan Belakang Leaflet

Gambar [Link] Media Ular Tangga Gambar 4. Tampilan Aturan Permainan

39 | Media Komunikasi Geografi, Vol 20, No. 1, Juni 2019: 34-43


Pengembangan Media Pembelajaran ... [Link] Dwisukamsurya, I Wayan Lasmawan, I Putu Sriartha

Media pembelajaran geografi berbentuk pembelajaran menggunakan media).


permainan ular tangga berbantuan leaflet Rekapitulasi hasil penilaian aktivitas belajar
selanjutnya di evaluasi efektivitas siswa disajikan pada tabel 1. Berdasarkan
penggunaannya terhadap aktivitas dan hasil analisis terlihat bahwa secara
prestasi belajar siswa. Hasil penelitian keseluruhan aspek aktivitas belajar siswa
menunjukkan bahwa media pembelajaran telah mengalami peningkatan. Media
geografi berbentuk ular tangga pembelajaran geografi berbentuk
berbantuan leaflet efektif untuk permainan ular tangga berbantuan leaflet
meningkatkan aktivitas belajar siswa, hal membuat siswa merasa senang, lebih
ini dibuktikan dengan adanya peningkatan bersemangat, dan tidak merasa bosan
sebesar 15,36% dari 37,38% (sebelum sehingga siswa menjadi lebih aktif dalam
pembelajaran menggunakan media) dan mengikuti proses pembelajaran.
meningkat menjadi 52,74% (sesudah

Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Penilaian Aktivitas Belajar Siswa


Aktivitas Belajar Siswa
No Aspek Aktivitas belajar Peningkatan
Sebelum % Sesudah %
1. Antusiasme siswa 268 7,66 372 10,63 2,97
2. Interaksi siswa dengan guru 262 7,49 377 10,77 3,28
3. Interaksi siswa dengan siswa 271 7,74 375 10,71 2,97
4. Aktivitas Belajar Siswa 262 7,49 360 10,29 2,80
5. Partisipasi Siswa 245 7,00 362 10,34 3,34
Jumlah 1308 37,38 1846 52,74 15,36
Sumber: Data penelitian aktivitas belajar siswa yang diolah (2019)

Pada penelitian ini terlihat jelas visual, kegiatan lisan, kegiatan


seorang guru telah mampu menumbuh mendengarkan, kegiatan menulis,
kembangkan aktivitas siswa sesuai kegiatan metrik, kegiatan mental dan
dengan fungsi dan peran media kegiatan emosional. Banyaknya aktivitas
pembelajaran. Penggunaan media dapat belajar yang tercipta dari penggunaan
menambah aktivitas belajar siswa media pembelajaran yang mendukung
sehingga perhatian siswa terhadap minat dan keinginan siswa akan
materi pembelajaran dapat lebih menyebabkan siswa menjadi semakin
meningkat. Hasil penelitian ini juga terangsang untuk belajar serta
sejalan dengan teori yang disebutkan memudahkan mereka dalam belajar
oleh Arsyad (2011) tentang salah satu secara efektif dan efisien.
manfaat praktis dari penggunaan media Pengembangan media pembelajaran
pembelajaran di dalam proses belajar geografi merupakan upaya di dalam
mengajar yaitu media pembelajaran menjawab permasalahan yang dihadapi
dapat meningkatkan dan mengarahkan oleh guru dan memberikan pemahaman
perhatian anak sehingga dapat yang mendalam kepada siswa untuk
menimbulkan aktivitas belajar, interaksi lebih memahami lingkup mata pelajaran
yang lebih langsung antara siswa dan geografi terutama yangbersentuhan
lingkungannya dan kemungkinan siswa dengan permasalahan tentang
untuk belajar sendiri - sendiri sesuai kependudukan. Penggunaan media
dengan kemampuan dan minatnya. Jenis pembelajaran geografi berbentuk
aktivitas yang terlihat pada penggunaan permainan ular tangga berbantuan leaflet
media pembelajaran ini adalah kegiatan menunjukkan perubahan yang signifikan

40 | Media Komunikasi Geografi, Vol 20, No. 1, Juni 2019: 34-43


Pengembangan Media Pembelajaran ... [Link] Dwisukamsurya, I Wayan Lasmawan, I Putu Sriartha

terhadap prestasi belajar siswa dilihat XI IPS 4 di SMA Dwijendra Denpasar.


dari perbandingan sebaran nilai pretes Sebaran nilai pretes dan posttes siswa
dan posttes saat pembelajaran di kelas kelas XI IPS 4 dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Perbandingan Sebaran Pretes Dan Posttes


Frekuensi (fi) f i X xi
No Nilai Nilai Tengah (xi)
Pretes Posttes Pretes Posttes
1 ≤ 10 5,5
2 11 – 20 15,5 1 15,5
3 21 – 30 25,5 3 76,5
4 31 – 40 35,5 16 568
5 41 – 50 45,5 13 591,5
6 51 – 60 55,5 1 55,5
7 61 – 70 65,5 1 3 65,5 196,5
8 71 – 80 75,5 8 604
9 81 - 90 85,5 12 1026
10 91 – 100 95,5 12 1146
Jumlah 35 35 1372,5 2972,5
Rata – rata 39,21 84,93
Jumlah siswa yang tuntas 0 32
Jumlah siswa yang tidak tuntas 35 3
% ketuntasan 0% 91,43%
Sumber: hasil penelitian prestasi belajar siswa yang diolah (2019)

Berdasarkan analisis data menunjukkan 4. Kesimpulan


hasil bahwa rata – rata nilai posttes Kesimpulan yang diperoleh dari
(84,93) lebih tinggi dibandingkan rata – penelitian yang dilakukan, yaitu desain
rata pretes (39,21) dengan presentase akhir media pembelajaran geografi
ketuntasan belajar adalah 91,43%. Hasil berbentuk permainan ular tangga
yang diperoleh ini menunjukkan bahwa berbantuan leaflet di SMA Dwijendra
penggunaan media pembelajaran berupa Denpasar adalah media pembelajaran
permainan ular tangga berbantuan leaflet geografi yang dihasilkan melalui model
efektif meningkatkan prestasi belajar pengembangan ADDIE yang terdiri dari
siswa. Hasil temuan ini sejalan dengan tiga bagian yaitu ular tangga, leaflet dan
penelitian Baiquni (2016) dengan hasil aturan permainan yang secara holistik
media ular tangga matematika membantu sudah termasuk dalam kategori valid dan
guru dalam menjelaskan materi yang layak digunakan dalam pembelajaran
susah, yang dibuktikan dengan adanya geografi. Penggunaan media
peningkatan hasil belajar siswa yang pembelajaran geografi berbentuk
menggunakan media ular tangga permainan ular tangga berbantuan leaflet
dibandingkan penggunaan media ini efektif untuk meningkatkan aktivitas
konvensional. Penggunaan dari belajar siswa yaitu sebesar 15,36% dan
pengembangan media pembelajaran efektif untuk meningkatkan prestasi
geografi ini dapat membentuk siswa yang belajar siswa kelas XI IPS di SMA
lebih aktif dalam pembelajaran, memiliki Dwijendra Denpasar dengan presentase
keterampilan berkomunikasi dalam ketuntasan belajar adalah 91,43%.
bekerjasama, dan mampu menciptakan Penelitian ini diharapkan memberikan
kegiatan pembelajaran yang lebih aktif, impilkasi terhadap pendidikan di SMA
inovatif serta interaktif. yaitu dapat dijadikan sebagai alternatif

41 | Media Komunikasi Geografi, Vol 20, No. 1, Juni 2019: 34-43


Pengembangan Media Pembelajaran ... [Link] Dwisukamsurya, I Wayan Lasmawan, I Putu Sriartha

dalam memberikan materi pada siswa [Link]


serta dapat dijadikan sebagai pedoman bile/opini/news/membenahi-
bagi praktisi maupun guru untuk kualitas-pendidikan-
mengembangkan media pembelajaran indonesia/545175. Diakses 29
sesuai dengan karakteristik pembelajaran September 2018.
yang diterapkannya, baik untuk melihat Mulyatiningsih, Endang (2012). Metode
prosedur pengembangan maupun untuk Penelitian Terapan Bidang
melihat efektivitas penggunaan media Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
dalam pembelajaran. Rohani, A. (2007). Media Instruksional
Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Ucapan Terimakasih Sadiman, Arief S. dkk (2011). Media
Ucapan terimakasih Pendidikan dan Proses Belajar
disampaikan penulis kepada pihak yang Mengajar. Jakarta: PT Raja
telah mendukung kegiatan penelitian Grafindo Persada.
tentang pengembangan media Sanjaya, W. (2008). Strategi
pembelajaran geografi berbentuk Pembelajaran Berorientasi
permainan ular tangga berbantuan leaflet Standar Proses Pendidikan.
dimana mengambil lokasi penelitian di Jakarta: Prenanda Media
SMA Dwijendra Denpasar. Terimakasih Group.
atas bantuan dana penelitian dari Sudjana, N. dan Rivai (2011). Media
Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, Pengajaran. Bandung: Sinar
Dosen Prodi PIPS Program Pascasarjana Baru.
Undiksha, Kepala Sekolah, Guru, dan Syarhani, Zailan. (2018). Penerapan
Pegawai di SMA Dwijendra Denpasar Media Pembelajaran Permainan
serta pihak lain yang tidak dapat Ular Tangga Untuk
disebutkan satu persatu. Meningkatkan Aktivitas Belajar
Peserta Didik Kelas [Link].2
Daftar Pustaka SMAN 7 Padang. Jurnal
Afandi, Rifki (2015). Pengembangan Pendidikan dan Teknologi
Media Pembelajaran Permainan Informasi LPPM UPI YPTK
Ular Tangga untuk Meningkatkan Padang Vol. 5, No. 1, Maret
Motivasi Belajar Siswa dan Hasil 2018, Hal. 87-98 online at
Belajar IPS di Sekolah Dasar. [Link]/ojsupi/index.p
Jurnal Inovasi Pembelajaran hp/pti/article/view/128.
(JINoP) Universitas Pramita, Amilia. (2016). Pengembangan
Muhammadyah Sidoharjo, volume Media Permainan Ular Tangga
1, (nomor 1), halaman 77 – 89. Pada Materi Senyawa
Arsyad, Azhar (2011). Media Hidrokarbon Kelas XI SMA
Pembelajaran. Jakarta: Rajawali untuk Meningkatkan
Pers. Pemahaman Konsep Siswa.
Baiquni, Imam (2016). Penggunaan Unesa Journal of Chemical
Media Ular Tangga Terhadap Education Vol. 5, No.2 , pp.
Hasil Belajar Metematika. 336-344 May 2016 online at
JKPM, Vol.01(No.02, 01 Jun [Link]
2016), halaman 193 – 203. [Link]/[Link]/journal-of-
Harian Analisa (2017). Membenahi chemical-
Kualitas Pendidikan Indonesia. education/article/view/15787.
Tersedia pada

42 | Media Komunikasi Geografi, Vol 20, No. 1, Juni 2019: 34-43


Pengembangan Media Pembelajaran ... [Link] Dwisukamsurya, I Wayan Lasmawan, I Putu Sriartha

Winarso Widodo, dkk (2017).


Pengembangan Bahan Ajar
Matematika Berbentuk Leaflet
Berbasis Kemampuan Kognitif
Siswa Berdasarkan Teori Bruner.
Jurnal Ilmiah Pendidikan
Matematika IAIN Syekh Nurjati
Cirebon, halaman 11 - 24, online
[Link]
hp/jipm.

43 | Media Komunikasi Geografi, Vol 20, No. 1, Juni 2019: 34-43

You might also like